Kegiatan Envu

Envu Indonesia dan BRIN Perkuat Kapasitas PCO Lokal melalui Pelatihan Climate-Adaptive Termite Management

Perubahan iklim dan kondisi cuaca yang semakin dinamis menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan hama, termasuk rayap yang dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan. Menjawab tantangan tersebut, Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Discovery Environmental Science Indonesia (Envu Indonesia) dan Fasilitas Cryo-EM BRIN menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Climate-Adaptive Termite Management: Navigating Soil Diversity and Termite Behavior in a Changing Environment” di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Bogor.

Pelatihan ini mempertemukan peneliti, praktisi pengendalian hama profesional (PCO), dan industri untuk memperkuat pemahaman mengenai perilaku rayap, karakteristik tanah, teknologi pengendalian, serta strategi manajemen rayap yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia riset, industri, dan praktisi dalam mendorong praktik pengendalian hama yang efektif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berkelanjutan.

Acara diawali dengan sambutan dari Mr. Vivek Sharma, Managing Director Envu Indonesia, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Dr. Delicia Yunita Rahman, yang menekankan pentingnya pergeseran strategi pengendalian rayap dari sekadar tindakan reaktif atau membasmi secara mendadak, menuju pendekatan berkelanjutan yang dan berbasis riset ilmiah.

Dari sudut pandang teknologi produk termitisida, Hadi Suparno dari Envu Indonesia mengurai bagaimana formula kimia modern kini dirancang lebih cerdas dan presisi. Ia membedah perbedaan antara termitisida penolak (repellent) dan non-penolak (non-repellent). Dalam paparannya, Hadi Suparno menegaskan komitmen Envu Indonesia untuk menyajikan solusi pengendalian rayap terdepan berbasis inovasi berkelanjutan melalui dua produk unggulannya, Agenda 25EC dan Premise 200SL. Agenda 25EC berbahan aktif fipronil, merupakan produk antirayap premium yang bekerja secara non-repellent dengan efek domino yang efektif mengeliminasi seluruh koloni rayap, berdasarkan riset terbaru mampu memberikan perlindungan jangka panjang hingga mencapai lebih dari 7 tahun dikondisi serangan rayap tinggi serta iklim tropis, dengan risiko lingkungan yang minim. Premise 200SL berbahan aktif imidacloprid, formulasinya dirancang khusus sehingga memiliki tingkat penyebaran yang merata dan lebar di dalam tanah untuk meminimalkan celah tanpa perlakuan (untreated gap), Envu menghadirkan sistem perlindungan bangunan yang andal, efisien, dan mematuhi standar keselamatan otoritas global.

Melengkapi arahan tersebut, Dr. Khoirul Himmi Setiawan (Peneliti Ahli Utama BRIN) memaparkan betapa besarnya ancaman rayap terhadap perekonomian area perkotaan dan permukiman di Indonesia. Kerugian akibat kerusakan bangunan dan fasilitas umum diperkirakan menembus lebih dari Rp 8,6 triliun setiap tahunnya. Dr. Himmi menjelaskan bahwa saat musim hujan ekstrem atau banjir terjadi, air dapat memengaruhi distribusi serta efektivitas zona perlakuan tanah dan merusak stasiun umpan rayap. Kondisi tanah yang sangat basah ini justru memicu rayap untuk beradaptasi dan melakukan migrasi vertikal ke bagian bangunan yang lebih tinggi seperti dinding gipsum hingga rangka atap rumah. Dr. Himmi menekankan penting pemilihan jenis termitisida cair pada tanah yang adaptif terhadap iklim dan cuaca ekstrem, seperti curah hujan yang tinggi dan banjir. Bahan aktif tahan air seperti Fipronil mampu terikat kuat pada partikel tanah liat dan bahan organik, sehingga tetap memberikan perlindungan yang kokoh walau sempat terendam banjir. Selain memaparkan pengaruh perubahan iklim terhadap perilaku rayap, Dr. Himmi juga mendorong transformasi sistem pengendalian rayap dari pendekatan reaktif menuju pengelolaan koloni yang lebih proaktif.

Pendekatan kimiawi ini diperkuat oleh penjelasan Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Dr. Sulaeman Yusuf, yang membedah mekanisme interaksi antara cairan termitisida dan jenis tanah. Menurut Prof. Sulaeman, efektivitas pengendalian sangat bergantung pada sifat fisikokimia tanah, seperti tekstur pasir, debu, liat, serta tingkat keasamannya (pH). Tanah yang mengandung bahan organik dan liat tinggi dapat mengikat molekul bahan aktif secara kuat sehingga tidak mudah tercuci oleh air hujan. Namun, jika diaplikasikan pada tanah timbunan yang tinggi kadar semen atau betonnya—yang bersifat basa keras—bahan aktif dapat terurai lebih cepat akibat proses hidrolisis. Oleh karena itu, para praktisi diajarkan teknik aplikasi modern seperti sistem pipa retikulasi di bawah fondasi serta penggunaan formulasi pestisida yang mampu menjangkau celah-celah sempit yang sulit dijangkau cairan biasa.

Tidak hanya berkutat dengan teori di dalam kelas, para peserta diajak turun langsung ke lapangan oleh Dr. Didi Tarmadi untuk mempraktikkan teknik pencarian sarang dan pengumpulan sampel rayap dari berbagai tempat, mulai dari batang pohon hidup hingga kayu lapuk di area KST BRIN Cibinong. Setelah spesimen berhasil dikumpulkan, Dr. Bramantyo Wikantyoso memandu sesi praktikum taksonomi di Laboratorium Cryo-EM. Dengan bantuan Mikroskop Digital 3D KEYENCE VHX-7000 berteknologi tinggi, peserta dapat melihat detail morfologi rayap hama untuk kebutuhan identifikasi dan penentuan metode pengendalian yang tepat. Dr. Bramantyo memaparkan cara membedakan spesies rayap secara presisi, misalnya genus Coptotermes, Macrotermes, Odontotermes, Microtermes, dan Cryptotermes, jenis-jenis yang paling sering menjadi hama perusak di area urban.

Yang istimewa, pelatihan ini diberikan untuk PCO lokal terpilih yang telah menggunakan produk Envu. Kehadiran mereka memberikan wawasan praktis sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan praktisi lapangan.

Rangkaian pelatihan ini menegaskan bahwa kombinasi pemahaman ekologi, analisis tanah, teknologi pemantauan mutakhir, serta kolaborasi dengan PCO lokal adalah kunci utama mewujudkan perlindungan bangunan yang tangguh dan adaptif terhadap iklim masa depan.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program, Produk dan Servis Envu, hubungi tim kami